ZONAHALAL.ID JAKARTA -- Dalam beberapa tahun terakhir, clean eating atau pola makan sehat menjadi tren yang populer, terutama di kalangan selebriti dan masyarakat umum. Salad siap santap menjadi salah satu pilihan favorit dalam tren ini karena mudah disiapkan dengan bahan-bahan utama seperti sayur dan buah segar. Namun, meskipun salad dianggap makanan sehat, ada beberapa bahan kritis yang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan status kehalalannya. Apa saja bahan yang perlu dipastikan memiliki sertifikat BPJPH?
Berikut penjelasan dari auditor LPH LPPOM, Naomi Carissa Intaqta.
Manfaat Kesehatan Salad
Salad yang terdiri dari sayur dan buah segar dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Sayuran yang digunakan dalam salad, seperti selada, timun, brokoli, dan kale, mengandung serat yang baik untuk kesehatan saluran pencernaan. Selain itu, buah-buahan dan biji-bijian yang biasa ditambahkan pada salad kaya akan antioksidan dan lemak sehat yang dapat mengurangi risiko kanker serta penyakit kardiovaskular. Salad juga merupakan sumber vitamin dan mineral yang tinggi, menjadikannya pilihan sehat yang mudah dan cepat disajikan.
Bahan Baku dan Proses Pembuatan Salad
Salad siap santap umumnya terdiri dari campuran sayuran dan buah segar yang diberi topping dan dressing. Beberapa bahan yang biasa digunakan dalam salad antara lain selada, timun, brokoli, kale, tomat cherry, alpukat, pisang, apel, nanas, serta berbagai jenis buah beri.
Dressing pada salad dapat bervariasi, mulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks. Beberapa jenis dressing yang populer antara lain French mayonnaise dressing, sesame soy dressing, honey mustard dressing, ginger wasabi dressing, dan minty yogurt dressing. Anda juga bisa bereksperimen dengan membuat dressing sendiri, seperti cucumber yogurt dressing yang terbuat dari mentimun, daun mint, yogurt, cuka anggur putih, lemon, garam, dan merica.
Selain itu, Anda dapat menambahkan berbagai topping pada salad sesuai selera, seperti biji-bijian, kacang, telur, susu, atau olahan daging ayam dan ikan panggang.
Aspek Kehalalan pada Salad
Meskipun salad didominasi oleh sayuran dan buah-buahan yang sudah dipastikan kehalalannya, penambahan topping dan dressing pada salad perlu perhatian lebih. Beberapa bahan yang sering digunakan dalam salad, seperti keju, yogurt, dan madu, dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kehalalannya.
Sebagai contoh, keju cheddar dibuat melalui proses fermentasi yang melibatkan enzim rennet, yang umumnya berasal dari lambung anak hewan ruminansia. Untuk memastikan kehalalan keju, perlu dipastikan bahwa enzim rennet yang digunakan berasal dari hewan yang disembelih sesuai dengan syariat Islam.
Begitu juga dengan madu yang sering digunakan dalam dressing salad, perlu dipastikan bahwa madu tersebut bebas dari pengotor dan bangkai lebah. Selain itu, yogurt yang merupakan produk mikrobial juga memerlukan pemeriksaan terhadap kultur mikroba dan bahan tambahan yang digunakan dalam proses pembuatannya.
Minyak truffle, yang sering dijadikan dressing salad, juga perlu diperhatikan. Proses pengumpulan jamur truffle sering melibatkan babi betina dan anjing terlatih, sehingga dapat tercemar najis berat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa fasilitas produksi dan bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan minyak truffle memenuhi standar kehalalan.
Selain itu, beberapa roti yang disajikan sebagai pendamping salad juga perlu diperhatikan. Walaupun gandum sebagai bahan baku roti jelas halal, dalam proses pembuatannya bisa digunakan fortifikasi seperti L-sistein, yang berasal dari ekstraksi rambut manusia atau bulu binatang. L-sistein yang berasal dari rambut manusia tentu haram, sementara L-sistein yang diperoleh dari bulu binatang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Kesimpulan
Pecinta salad yang memilihnya sebagai opsi clean eating perlu berhati-hati dalam memilih bahan-bahan yang digunakan. Meskipun bahan utama salad seperti sayur dan buah sudah jelas kehalalannya, topping dan dressing yang digunakan perlu diperiksa dengan cermat, terutama terkait dengan bahan tambahan atau bahan olahan yang berasal dari hewan. Untuk memastikan kehalalan, pastikan bahan-bahan yang digunakan memiliki sertifikat halal BPJPH atau memilih bahan yang terjamin kehalalannya dengan melihat label halal pada kemasan.
Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, Anda bisa menikmati salad siap santap dengan lebih tenang dan sesuai dengan prinsip clean eating yang sehat dan halal.
Sumber Literasi
1. A History of the American Salad, food.pop-cult.
2. Mark L. Dreher. (2018). Whole Fruits and Fruit Fiber Emerging Health Effects. Nutrients, 10(12).
3. Aplikasi good food. Laman [BBC Good Food](https://www.bbcgoodfood.com/howto/guide/10-salad-dressings-you-can-make-minutes).